BARUSJAM.Net, – Di tengah pandemi CoViD-19, pengaruh rasionalisasi anggaran di Penajam Paser Utara (PPU) memiliki dampak terbesar pada PPU untuk perumahan, permukiman dan pengelolaan lahan (Perkim). Karena untuk anggaran 2020 hanya ABPD yang dikelola Rp 100 juta.

Kepala Biro PPU Perkim, Riviana Noor, menjelaskan bahwa, dengan anggaran minimum, tentu tidak akan maksimal dalam mempertahankan ruang terbuka hijau (RTH). "Jadi Perkim mampu memprioritaskan perawatan di area tubuh," katanya.

Kemudian, menurut hasil pemantauan yang kuat ketika mengunjungi stadion Pang Lima Sentik, rumput di sekitar stadion sudah terlihat terangkat.

Sementara itu, ketika ditanya tentang area stadion, Riviana menjelaskan, terutama halaman di sekitar Stadion PPU Panglima Sentik, ia mengklaim bahwa ia tidak dapat melakukan perawatan maksimal. "Idealnya, anggaran sekitar Rp4 miliar dibutuhkan untuk melakukan perawatan di semua daerah," lanjutnya.

Dengan demikian, APBD berikutnya pada tahun 2021 direncanakan untuk Perkim untuk mengusulkan anggaran sebesar Rp4 miliar. Ini berarti merawat ruang hijau yang meliputi area seluas 31 hektar bersama dengan pembelian peralatan lainnya. "Kami berharap tahun depan itu bisa diselenggarakan secara keseluruhan," harapnya.

Saat ini, anggaran hanya tersedia untuk upah harian (THL). "Saat ini kami sedang berusaha memaksimalkan sumber daya yang tersedia. Prioritas pengelolaan ruang terbuka hijau di tengah jalan. Jika tahun depan sudah memadai, maka semuanya bisa dikelola, termasuk area di depan stadion, "pungkasnya. (Shahidr5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here