BARUSJAM.NetPolisi Penajam Sparrow Utara (PPU), dalam hal ini Sat Lantas, telah membuka kembali Layanan SIM (SIM) sambil terus menerapkan standar protokol kesehatan sejalan dengan panggilan pemerintah untuk mencegah penularan Covid-19.

"Menurut Circular (SE) oleh telegram, kami membuka kembali layanan SIM dan Samsat sehari sebelumnya, kemarin, Selasa, (2/6/2020)," kata Edy Haruna, petugas kepolisian PPP Kasat.

Edy Haruna menjelaskan bahwa setelah menerima layanan tersebut, ia terus menerapkan standar protokol kesehatan di tengah pandemi CoViD-19.

Ia berharap warga juga dapat mengikuti peraturan atau prosedur yang sudah ada dalam ruang lingkup kantor polisi PPU, terutama ketika mengunjungi aplikasi untuk SIM baru dan yang diperluas.

"Kesadaran masyarakat perlu diciptakan, seperti menggunakan masker, mencuci tangan, memeriksa suhu tubuh dan melewati stan desinfektan," jelasnya.

Ini adalah upaya lembaga kepolisian untuk membantu memutus mata rantai paparan virus.

Berdasarkan data yang diterima wartawan dengan berita jelas, untuk hari pertama, pelamar SIM yang antri untuk permintaan surat uji phsyco, hingga 140 warga PPU melamar.

PPU / AKP Kasat Apoi Edy Haruna

Dalam hal ini, Edy Haruna mendesak warga untuk menjaga jarak saat berinteraksi, warga tidak harus tergesa-gesa dan tergesa-gesa mengurus perpanjangan dan pembuatan SIM, karena pihaknya saat ini layanan membatasi jumlah pelamar SIM per hari.

"Karena kami melayani maksimal 25-30 pelamar sehari," Kasat Lantas menambahkan ketika diwawancarai dengan berita yang jelas.

Dia juga menambahkan bahwa warga yang ingin memiliki SIM harus terus menerapkan protokol kesehatan yang diberlakukan pada saat pelayanan, memberikan setidaknya 1 meter untuk setiap kursi dan diberi garis polisi.

"Tentu saja kami akan terus melayani pemohon SIM, jadi kami tidak boleh terburu-buru atau tersandung, stok SIM kami masih cukup," pungkas Edy Haruna.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here