Kepala Kepolisian PPU, AKBP Dharma Nugraha / * (Syahidr5)

BARUSJAM.Net, – Bagian dari wilayah Penajam Paser Utara (PPU) adalah sektor perkebunan dan kehutanan, yang dalam kondisi seperti itu membuat Kabupaten PPU tidak dapat dipisahkan dari bahaya kebakaran hutan dan lahan (kebakaran hutan dan lahan). Seiring dengan perkiraan BMKG bahwa pada akhir bulan ini, wilayah PPU akan memasuki musim panas. Kondisi alam yang meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan.

Untuk mengantisipasi hal ini, kata Kapolri, M. Dharma Nugraha, menanggapi prediksi BMKG. Selanjutnya, staf Resor Polisi Sharp akan bersosialisasi dan memohon kepada masyarakat tentang kebakaran hutan dan lahan.

"Jadi, sebelum prediksi BMKG memasuki musim panas. Di muka, kami akan mengirim panggilan ke semua daerah yang rawan kebakaran hutan dan lahan, nanti kami juga akan memasang baleho-baleho ", jelasnya ketika ditemui di halaman PPU Mapolres, Rabu, (10/6/2020)

Selain itu, tidak hanya itu, pihaknya juga akan memberikan surat berupa peringatan kepada pemilik perkebunan dan badan usaha pertanian di Kabupaten PPU untuk memperingati perlindungan kawasan masing-masing pelaku usaha tersebut.

"Kami juga akan menulis ke semua entitas komersial untuk melindungi daerah itu guna mencegah kebakaran hutan," katanya di depan berita yang paling jelas.

Dia juga mengungkapkan: Ada kondisi yang perlu menjadi titik fokus dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan, yaitu proses pembukaan lahan untuk pertanian, yang biasanya proses pembukaan lahan oleh petani dengan membakar lahan, tentu saja. sangat berisiko untuk kebakaran hutan dan darat. "Yang perlu diantisipasi adalah kompensasi lahan untuk pertanian," tambahnya

Untuk pelaku yang sengaja membakar hutan dan tanah, mereka akan mengikuti siapa saja yang melakukan tindakan merugikan tersebut. "Bagi mereka yang berniat kami akan melakukan proses hukum", simpul kepala polisi PPU (cas / bp5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here