BARUSJAM.Net– Alun-Alun Rakyat di Distrik Babulu, tepatnya di desa Babulu, belum berfungsi, sehingga pembangunan Pasar Rakyat Babulu menelan biaya miliaran rupee dari Kementerian Perdagangan.

Sementara, menurut pemantauan kru pers yang kuat, pasar dikelilingi oleh rumput yang tumbuh mendekati pasar pada hari Jumat (12/6/2020)

Melihat keadaan gedung, masalah ini dijawab oleh anggota komite Waru-Babulu (daerah pemilihan), Syamsuddin Ali, yang juga anggota Komisi DPRD II yang bertanggung jawab untuk ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Dia sangat menyesalkan bahwa bangunan, yang telah beroperasi selama lebih dari dua tahun, masih belum berfungsi dengan baik, meskipun sudah memiliki jalan akses yang baik, yang memiliki dua jalur menuju pasar rakyat.

"Sangat disayangkan bahwa miliaran bangunan dalam anggaran kementerian kami tidak digunakan dengan benar," kata Syamsudin Alie, Jumat (12/6/2020).

Syamsuddin Alie mengatakan bahwa kondisi pasar saat ini tidak representatif dan bahwa lalu lintas jalan terlihat kotor dan terganggu, akses jalan sudah ditetapkan dan bangunannya cukup kuat.

"Jika disegarkan, setidaknya bangunan itu nantinya akan menjadi pasar percontohan di PPU," jelasnya saat diwawancarai oleh awak media.

Anggota PPD DPRD, Syamsudin Ali, yang juga anggota Komite Kedua bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Manusia

Berdasarkan informasi dari instansi terkait, yaitu Kantor Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) PPU, masalah yang mereka hadapi terbatas pada masalah air dan listrik.

Dia melanjutkan, jika masalahnya bisa berkelanjutan, tentu saja juga tidak membutuhkan biaya terlalu banyak, yang penting keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, dalam hal ini daerah tersebut merupakan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

"Jika itu dilakukan, tentu saja ada perpanjangan ekonomi," kata seorang anggota komite tentang Komite Ekonomi dan Kesejahteraan.

Dia mengatakan dia prihatin jika bangunan yang dibangun tidak digunakan, itu akan menyebabkan kerusakan dan biaya perbaikan lebih banyak, terutama dalam kondisi seperti kebutuhan untuk pemulihan ekonomi masyarakat PPU.

"Saya khawatir jika bantuan itu tidak digunakan, kita mungkin tidak dapat menerima bantuan dari pusat," katanya.

Dia berharap momentum mempersiapkan era baru perbaikan ekonomi sekarang akan menjadi prioritas bagi daerah untuk mempercepat, di samping keberadaan roda ekonomi baru, dan pada saat yang sama menjadi pasar percontohan regional. (Shahidr5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here