BERITAPENAJAM.NET – Ustadz terkenal dari Sulawesi Selatan, Dr. Das'ad Latief Isi Tabligh Akbar dalam memperingati Tahun Baru Islam 1441 Hijriah, yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Sesulu, Distrik Waru, Kabupaten Penajam Pelintas Utera (PPU), Rabu (11/9) malam.

Ribuan Muslim dari seluruh wilayah berdesak-desakan ke desa Sesulu setelah sholat Isya. Beberapa dari mereka bahkan rela datang ke ujung untuk menghadiri tausiah pertama di Ustad, terkenal karena perdagangannya yang menyenangkan. Tanpak hadir dalam kegiatan ini sekretaris daerah PPU (Sekkab), Tohar, PPU DPRD, masing-masing Andi Iskandar Hamala dan Syamsuddin Ali, kepala desa Sesulu, Khariansyah dan sejumlah pejabat dari pemerintah kabupaten PPU.

Dalam sambutannya, Sekretaris PPU Tohar mengatakan bahwa setiap orang harus bersyukur untuk dapat mengambil bagian dalam studi bersama memperingati Tahun Baru Islam 1441 Hijriyah di Desa Sesulu, Kecamatan Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten PPU. Terutama pada titik ini, panitia mampu membawa Ustad, Ustad Das & ad Latief yang terkenal ke desa.

"Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih bahwa kegiatan Tablik Akbar dapat dilakukan, karena tidak mudah untuk membawa kelas Ustad Das & ad Latief di desa-desa terpencil, seperti Desa Sesulu," kata Tohar.

"Melalui Tabligh yang luar biasa ini kami berharap Kabupaten PPU dengan masyarakat dan pemerintah akan selalu dilindungi oleh Allah SWT," tambahnya.

Pada kesempatan ini, Tohar menyampaikan dan meminta maaf kepada seluruh majelis, bahwa pemimpin daerah dalam hal ini Bupati PPU, Abdul Gafur Mas tidak dapat menghadiri acara ini karena alasan apa pun, sehingga ia ditunjuk untuk berpartisipasi dalam acara tersebut. acara.

Sementara itu, dalam pidatonya, Ustadz Das Ad Latief mengundang dorongan tahun baru Hijriyah untuk membuktikan diri sebagai kesempatan yang baik untuk memperkuat ikatan persaudaraan antara umat Islam, meningkatkan pengabdian kami kepada Allah SWT dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam penerapan hukum dan simbol Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Ustadz Das iklan Latief mengatakan, banyak pelajaran yang dapat dipetik dari peristiwa migrasi Nabi bersama teman-teman dari Mekah ke Madinah, yaitu Hijrah Iman, Hijrah pertobatan dan Hijrah kesabaran. Artinya, semua Muslim baru dapat bermigrasi dari buruk ke baik dan terus berusaha menjadi lebih baik, bahkan jika ada pengorbanan dalam prosesnya.

Menurutnya, saat ini masih banyak komunitas Muslim, tetapi saya percaya pada hal-hal yang tidak diajarkan oleh Islam. Bahkan mereka percaya bahwa Muharram Bulam adalah bulan yang buruk untuk melakukan kegiatan seperti pernikahan dan sebagainya.

"Jangan sampai sekecil apa pun bentuk kemusyrikan dalam kehidupan kita sehari-hari, karena betapapun hebatnya praktiknya, jika kita masih melakukan kemusyrikan, maka faktanya tidak akan diterima oleh Allah SWT. Misalnya, mereka percaya bahwa seseorang memiliki kembar buaya, kepikunan jika ditawari untuk menolak makanan dan sebagainya, ini adalah contoh bentuk musik yang belum terwujud, "kata Das'ad.

Pada kesempatan ini, Ustad, yang juga merupakan salah satu pembaca Unhas Makassar, menceritakan banyak tentang perjalanan Nabi Muhammad dalam menyebarkan Islam di Tanah Suci pada waktu itu, serta model-modelnya yang harus terus menjadi model untuk semua hingga di akhir waktu.

Tema dari kegiatan ini adalah "Dengan Tahun Baru Islam 1441 Hijriah, marilah kita membuat dorongan perbaikan diri untuk memperkuat persatuan Islam menuju masyarakat yang maju, modern dan religius." (Humas6)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here